Go Topless Day atau Hari Telanjang Dada
di Amerika Serikat akan jatuh pada 25 Agustus mendatang. Dilansir dari
huffingtonpost, selama 24 jam para aktivis akan berdemonstrasi tanpa
menggunakan pakaian atau penutup dada untuk memprotes aturan hukum yang
korup di Amerika Serikat.
Hari Bertelanjang Dada ini akan
dirayakan oleh para aktivis di 40 kota besar di antaranya Vancouver, San
Francisco, Los Angeles, Miami, Detroit, Denver, Chicago, New York dan
Washington D.C. Para peserta aksi tidak didominasi oleh kaum wanita,
para pria pun dapat mengikutinya. Para peserta aksi pun diharuskan
menutupi dadanya dengan bra ataupun menutupi bagian areolanya dengan
plester ataupun cat.
Perayaan Hari Bertelanjang Dada ke-6 di AS difasilitasi oleh kelompok para pemercaya UFO yang dikenal sebagai the Raelians. Mereka meyakini bahwa manusia di ciptakan oleh ilmuwan agung,
Perayaan Hari Bertelanjang Dada ke-6 di AS difasilitasi oleh kelompok para pemercaya UFO yang dikenal sebagai the Raelians. Mereka meyakini bahwa manusia di ciptakan oleh ilmuwan agung,
Kali pertama dilangsungkan Hari
Telanjang Dada yakni pada 2007 lalu, ketika seorang aktivis Phoenix
Feeley berhasil memenangkan gugatan hukum yang dilayangkan kepadanya.
Saat itu Phoenix dituntut oleh pemerintah Kota New York karena tidak
menggunakan penutup dada ketika berada di area publik.
Perjalanan menuju kebebasan Phoenix
sangat berliku, karena ia menolak ditangkap dan membayar denda sebesar
816 dolar AS. Setelah berhasil memenangkan gugatannya, Phoenix
mendapatkan ganti rugi sebesar 29.000 dari pemerintah Kota New York.
Bahkan pada tahun 1936, Kota New Jersey pun pernah diberlakukan larangan bagi para pria untuk berlanjang dada di area publik.
“Kenapa aturan ini begitu memaksa?
Apakah payudara itu sangat berbahaya? Tidak! Payudara adalah sesuatu,
seperti untuk menyusui dan merawat bayi,” ujar Nadine Gary, pendeta
perempuan Raelians. (**)



0 komentar: